Rabu, 02 Desember 2009

Tugas macam-macam alat gambar




MACAM-MACAM ALAT GAMBAR


Disusun Oleh:
Anawaydicyta Iv Karamasa
E1A109026





UNIVERSITAS HALUOLEO
FAKULTAS TEKNIK
KOTA KENDARI
2009/2010



Mengenal Alat-alat Gambar
A. Pengenalan Penggunaan Peralatan Gambar
Untuk mencapai tujuan menggambar yang baik, yaitu memenuhi standar ISO, kita perlu alat-alat yang baik pula. Dengan alat-alat yang baik dan ditunjang dengan keterampilan penggunaan alat-alat, akan tercapai tujuan tersebut.
Peralatan yang lengkap belum tentu dapat terampil menggambar, kalau tanpa latihan atau tidak dengan latihan. Dengan peralatan sederhanapun, jika penggunaan peralatan gambar dilaksanakan dengan baik, konsekuen dan disiplin, akan membantu didalam keberhasilan menggambar. Sekali lagi ketekunan, kerajinan, konsekuen dan kedisiplinan dalam menggunakan alat, merupakan langkah awal untuk keberhasilan dalam menggambar teknik.
Alat-alat yang biasa dipakai dalam gambar teknik antara lain :
Kertas gambar standar (ukurannya)
Pensil, Pena atau rapido
Kotak jangka dan kelengkapannya
Macam-macam mistar (mistar segitiga dan mistar T)
Macam-macam mal
Mal huruf dan angka
Busur derajat
Penghapus dan pelindung penghapus.
Meja gambar
Mesin gambar
1. Kertas Gambar dan Ukurannya
a Macam-macam kertas gambar menurut jenisnya
Sesuai dengan tujuan gambar, bermacam-macam kertas gambar dipakai, seperti misalnya kertas gambar putih, kertas kalkir dan film.
1) Kertas gambar untuk tata letak
Untuk gambar tata letak dengan pensil dipergunakan kertas gambar putih biasa, kertas sketsa atau kertas milimeter yang bermutu baik dan dapat mudah dihapus.
2) Kertas gambar untuk gambar asli
Gambar asli digambar diatas kertas kalkir, karena gambar cetak biru (blueprint) atau cetak konak (contac print) dibuat langsung dari gambar tesebut. Untuk gambar pensil dipergunakan kertas kalkir kasar, sedangkan untuk gambar tinta dipergunakan kertas kalkir mengkilap. Mutu kertas yang dikehendaki adalah tahan lama dan tahan lembab, mudah untuk menggambar pensil maupun tinta dan mudah dicetak kembali.
3) Film gambar
Film dibuat dari polyester atau cellulose triacetate, dan dipergunakan unutk gambar yang teliti, dimana keawetannya sangat diperlukan, serta tidak boleh memuai dan menyusut.
b Macam kertas gambar menurut ukurannya (ISO 216)
Sesuai dengan sistem ISO (International Standardization for Organization) dan NNI (Nederland Normalisatie Instituet), ukuran kertas ditentukan sebagai berikut (lihat tabel 1.2). selanjutnya kertas gambar diberi garis tepi sesuai dengan ukurannya. C pada tabel adalah ukuran tepi bawah, tepi atas dan tepi kanan, sedangkan untuk tepi kiri setiap ukuran kertas ditetapkan 20 mm ( hal ini dimaksudkan untuk membundel, jika kertas gambar dibundel tidak mengganggu gambarnya).
Tabel 1.1 Ukuran Kertas Gambar (ISO 216)
20
C
Garis tepi

Cara menentukan ukuran kertas gambar
Kertas gambar mempunyai ukuran panjang dan lebar. Sebagai ukuran pokok dari kertas gambar diambil ukuran A0 yang mempunyai luas 1 m2 atau 1.000.000 mm2. Perbandingan panjang dan lebar sama dengan perbandingan dari sisi bujur sangkar dengan diagonalnya (lihat gambar 1.5). jika bujur sangkar mempunyai lebar (sisi) x dan diagonalnya y = x , selanjutnya x dipakai sebagai lebar kertas gambar dan y sebagai panjang kertas gambar (lihat gambar 1.6).
Karena ukuran kertas A0 mempunyai luas x . y = 1.000.000 mm2, dengan y = x , maka :
x . y = 1.000.000 mm2
x.x = 1.000.000
x2 = = 707106,7
x = = 840,89 mm
y = 840,89 . = 1189,19 mm

Jadi ukuran pokok kertas gambar yang sudah distandar adalah ukuran A0 dangan panjang 1189 mm dan lebar 841 mm (dibulatkan). Sedangkan untuk mendapatkan ukuran kertas gambar lainnya tigga membagi dua, yaitu untuk ukuran
1. A1 didapat dari A0 dibagi dua
2. A2 didapat dari A1 dibagi dua
3. A3 didapat dari A2 dibagi dua
4. A4 didapat dari A3 dibagi dua
dan seterusnya

ukuran A1
Ukuran A3
Ukuran A2
Ukuran A4
Ukuran A4

2. Pensil Gambar dan Cara Penggunaannya
a Pensil Gambar
1) Macam-macam pensil menurut tingkat kekerasannya
Pensil gambar digolongkan menurut kekerasannya, yang dinyatakan oleh gabungan huruf dan angka. Ada tiga golongan kekerasan pensil, yang masing-masing dibagi lagi dalam tingkat kekerasan seperti pada tabel 1.3.
Lunak
Sedang
Keras
2B
B
4H
3B
HB
5H
4B
F
6H
5B
H
7H
6B
2H
8H
7B
3H
9H
Keterangan :
- H = Hard (keras)
- B = Black (hitam)
- HB = Half Black (setengah hitam)
- F = Firm (teguh/kokoh)
Ø Angka di depan huruf H menunjukkan tingkat kekerasan pensil (semakin besar angkanya, maka pensilnya semakin keras).
Ø Sedangkan angka di depan huruf B menunjukkan kelunakan pensil (semakin besar angkanya, maka pensilnya semakin lunak).

Seperti tabel 1.2 bahwa secara umum pensil gambar terbagi menjadi 3 golongan, dimana tiap golongan terbagi lagi menjadi 6 tingkat yang dinyatakan dalam angka. Tingkat keras dari 9H sampai 4H; tingkat sedang dari 3H sampai B; dan tingkat lunak dari 2B sampai 7B. Pensil dengan tingkat kekerasan F derajat kekerasannya belum dinormalisir sepenuhnya, jadi pensil F dari satu merek mungkin mempunyai kekerasan pensil 2H dari merek lain.
2) Macam-macam pensil gambar menurut jenisnya
Untuk gambar, diperlukan bermacam-macam pensil gambar yang bermutu. Akhir-akhir ini terdapat pensil yang dapat diisi kembali(pensil mekanis) dipergunakan secara luas dari pada pensil biasa. Tetapi pensil yang lain juga tetap masih dipakai, jenis-jenis pensil sebagai berikut :
a) Pensil biasa
Pensil biasa biasanya terbuat dari kayu yang bagian dalamnya terdapat karbon yang digunakan untuk menggambar. Untukmenggunakan pensil jenis ini perlu dilakukan peruncingan pada bagian ujungnya untuk menghilangkan kayunya. Untuk meruncingkan bagian kerbonnya dapat dipergunakan pisau, kertas ampelas dan kikir kecil.
b) Pensil yang dapat diisi kembali
Pensil yang dapat diisi kembali lebih praktis dibandingkan dengan pensil biasa, pensil yang dapat diisi kembali tidak membuang-buang waktu untuk meraut bagian ujungnya karena pensil jenis ini tidak terbuat dari kayu melainkan dari plastic, sehingga yang diraut hanya bagian karbonnya saja agar keruncingannya tetap terjaga. Untuk meruncingkan dapat menggunakan pisau, kertas ampelas kikir kecil seperti pada pensil biasa.
c) Pensil mekanik
Pensil mekanik hampir sama dengan pensil yang dapat diisi kembali, pensil mekanik juga perlu diisi karena sewaktu-waktu isinya bisa habis. Pensil mekanik lebih praktis dibandingkan dengan pensil yang dapat diisi kembali, karena isi pensil jenis ini ukurannya dapat disesuaikan dengan ketebalan garis yang diinginkan. Dengan mengunakan pensil semacam ini tidak perlu penajaman atau meruncingkan, karena ukurannya tidak dapat berubah. Ukuran yang ada pada pensil mekanik ialah 0.3, 0.5, 0.7, dan 0.9 mm, dan tingkat kekerasannya dapat dipilih dari HB, F, H, 2H, dan 3H. karena ukurannya yang kecil maka penggunaannya harus hati-hati agar tidak patah.

3) Cara penggunaan pensil
untuk mendapatkan garis yang baik (rata/tajam) maka pensil harus ditarik dengan diputar sambil ditekan pelan-pelan, dan kedudukan posisi pensil terhadap garis yang akan dibuat adalah 60°, dengan demikian akan didapat hasil garis yang sama tebalnya. Untuk mendapatkan ujung bentuk biji harus dipergunakan sebuah kikir atau kertas ampelas (untuk pensil biasa dan pensil yang dapat diisi kembali).



b Rapido
Bila diperlukan membuat gambar asli yaitu gambar yang ditinta, maka kita menggunakan rapido. Rapido ini ada dua macam, yaitu rapido dengan mata/daun dapat diatur (trek–pen) dan rapido dengan ketebalan tetap (tergantung dengan ketebalan yang di inginkan dengan ukuran yang bermacam-macam.


3. Kotak Jangka dan Kelengkapannya
Perlengkapan ini adalah yang terpenting dan yang berharga untuk menggambar. Kotak jangka yang sederhana harus berisi paling sedikit sebuah jangka besar, yang mempunyai ujung untuk tinta; sebuah penyambung untuk membuat lingkaran besar; sebuah jangka orleon atau jangka pegas; sebuah pena penggaris. Disamping ini ada kotak jangka yang lengkap dan mahal dan ada yang sedang. Memperlihatkan sebuah kotak jangka yang agak lengkap.
Secara umum jangka dapat dibagi menjadu dua macam, yaitu :
a. Jenis jangka menurut ukurannya
Ada bermacam-macam jangka yang dipergunakan untuk menggambar, tergantung besar kecilnya lingkaran yang akan digambar, yaitu :
1) Jangka besar, untuk menggambar lingkaran dengan diameter 100 sampai 200 mm
2) Jangka sedang, untuk menggambar lingkaran dari 20 sampai 100 mm
3) Jangka kecil, untuk menggambar lingkaran 5 sampai 30 mm.

b. Jenis jangka menurut penggunaannya
1) Jangka pegas
2) Jangka orleon
Kedua jenis jangka ini dapat dihasilkan lingkaran dengan jari-jari yang lebih besar dengan menggunakan alat penyambung. Selain jangka-jangka yang telah disebut diatas ada lagi jenis jangka yang digunakan untuk memindahkan ukuran, atau sesuai dengan namanya untuk membagi suatu garis lurus dalam beberapa bagian yang sama, atau untuk membuat tanda-tanda jarak yang sama.
Gambar 1.8 Contoh Jangka
Gambar 1.9 Bagian-bagian Jangka
4. Macam-Macam Mistar
Untuk menggambar diperlukan bermacam-macm penggaris antara lain :
a. Mistar T
Sebuah mistar T terdiri dari sebuah kepala dan sebuah daun, (Gb. 3.5). Garis-garis horizontal dengan mistar T ini, dengan menggunakan kepalanya pada tepi kiri dari meja gambar, dan menggesernya keaarah atas atau kebawah.
Supaya hasil dari garis-garis dapat sejajar betul, kepala dari penggaris ini harus betul-betul diikat pada daunnya. Telitilah hal ini sebelum menggambar!
Gambar 2.0 Mistar T
b. Mistar segi tiga
Sepasang segitiga terdiri dari seg tiga siku sama kaki (90° – 45° – 45°), dan sebuah segi tiga siku (90° – 60° – 30°), dengan berbagai macam ukuran harus tersedia dalam ruang gambar. Ukuran segi tiga ini ditentukan oleh penjang 1, lihat gambar 3.6, dan berkisar antara 100 sampai 300 mm.
Gambar 2.1 Mistar Segi Tiga
c. Mistar Ukur
Mistar ukur mempunyai garis pembagi dalam mm dan inchi, dibuat dari bahan yang tidak mudah rusak, seperti kayu yang tidak terpengaruh oleh kelembaban udara atau dari seluloid. Untuk memindahkan ukuran dengan baik dan tepat, ukuran pada mistar ukur harus sedekat mungkin dengan permukaan kertas.
Gambar 2.2 Mistar Ukur
d. Mistar Skala
Jika menggambar benda menjadi lebih besar atau lebih kecil dari benda sesungguhnya, maka ukurannya diskala. Agar setiap kali mengukur tidak perlu menghitung (mengalikan atau membagi), maka cukup dengan mengunakan mistar skala. Ada mistar skala yang mempunyai penampang segitiga dan tiap ujung segitiga ada 2 skala, sehingga total keseluruhannya ada 6 skala pada satu tongkat skala

5. Macam-Macam Mal
a. Mal lengkung
Untuk menggambar garis lengkung yang tidak dapat digambar dengan jangka, dipergunakan mal lengkung. Sepasang mal lengkung yang biasa dipakai dipelihatkan gambar 3.7.
b. Mal bentuk/sablon
Untuk membuat gambar secara tepat dipergunakan mal-mal bentuk. Satu diantaranya terdapat 3.8. Masih ada macam-macam mal bentuk, seperti misalnya untuk menggambar lambang-lambang dalam bidang elektronik, gambar mur dan lain sebagainya.
c. Mal kurva
Untuk membuat lengkungan-lengkungan yang teratur, misalnya lengkungan parabola, hiperbola, epicicloida, hipocicloida dan semacamnya dapat digunakan mal busur. Misalnya lengkungan parabola yang memotong titik 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya 3.9. Untuk garis yang memotong titik 1, 2, dan 3 mal ditempatkan pada posisi satu, sedangkan untuk titik-titik 4, 5, dan 6 mal digeser pada posisi 2 sehingga didapat lengkungan yang baik.
d. Mal elips
Mal elips digunakan untuk membuat elips, misalnya gambar silinder, cincin poros, dan bentuk-bentuk elips lainnya.

6. Mal Huruf dan angka
Mal huruf dan angka yaitu penggaris yang digunakan untuk membuat huruf dan angka dengan perantaraan pen/rapido. Mal huruf dan angka dapat membuat huruf dan angka dengan ukuran : 0.25, 0.35, 0.5, 0.7, 1.4 dan 2 mm.
7. Busur Derajat
Busur derajat dibuat dari logam, yaitu aluminium atau plastic. Biasanya busur derajat ini mempunyai garis-garis pembagi dari 0° sampai dengan 180°. Alat ini dapat mengukur atau membagi sudut.
Gambar 2.7 Busur Derajat
8. Penghapus dan Pelindung Penghapus
Untuk membuang garis yang salah dipergunakan penghapus dengan mutu yang baik. Ada penghapus yang dibuat dari karet dan ada penghapus yang dibuat dari plastic. Penghapus yang baik harus dapat menghilangkan garis atau gambar yang tidak diinginkan, dan tidak merusak kertasnya. Untuk menghilangkan garis atau gambar dengan tinta, harus dipakai penghapus yang khusus. Sedangkan pelindung penghapus dugunakan jika ingin menghapus garis yang berdekatan. Dengan alat ini garis-garis yang perlu dapat telindung dari penghapusan. Hanya garis atau bagian garis yang salah dapat dihapus, seperti tampak 4.4 pelindung tersebut mempunyai berbagai macam bentuk lubang. Dengan demikian bagian yang diperlukan dapat dilindungi dan hanya bagian yang dibuang tampil pada lubang.
9. Meja Gambar
Meja gambar harus mempunyai permukaan yang rata dan tepi yang lurus, dimana tempat kepala mistar T digeser. Meja gambar dibuat dari kayu pohon cemara, kayu pohon linde, kayu lapis (polywood) atau hardboard. Ukuran disesuaikan dengan ukuran kertas , misalnya untuk kertas ukuran A0 mempunyai ukuran 1.200 mm x 900 mm, kertas ukuran A1 mempunyai ukuran 600 mm x 450 mm. Belakangan ini terdapat papan gambar yang telah dilapisi dengan alas kertas gambar.
Meja gambar dibuat khusus untuk alas menggambar sehingga kedudukannya dapat diubah-ubah. Tampak pada gamabr 4.5, sebuah meja sederhana, yang hanya dapat berubah kemiringannya saja, sedangkan gambar 4.6, menunjukkan sebuah meja gambar yang dapat diatur ketinggiannya maupun kemiringannya.

10. Mesin Gambar
Mesin gambar adalah sebuah alat yang dapat menggantikan alat-alat gambar lainnya, seperti busur derajat, panggarit-T, segi tiga, dan ukuran.
Sebuah mesin gambar dilengkapi dengan mekanisma gerak seajajar yang terdiri dari 4 batang penghubung, (link) seperti tampak 4.7. Sepasang batang penghubung dipasang secara tetap pada sebuah alat, yang dapat dipasang pula pada sebuah papan gambar. Pada sepasang lain ditempatkan sepasang penggaris lurus, dan dapat diputar pada sudut yang dikehendaki. Dengan alat-alat ini dapat ditarik garis-garis sejajar dan garis-garis tegak lurus dengan mudah. Disamping mesin gambar jenis mekanisme batang ini, terdapat mesin gambar yang tidak menggunakan batang penghubung. Sebagai gantinya dipakai roda-roda dan pita baja.
Penggaris yang dipasang pada mesin gambar ini dapat dilepas dan diganti dengan penggaris yang mempunyai ukuran dengan bermacam-macam skala, misalnya 2:1, 1:1, 2:5, 1:5, dan sebagainya.
Belakangan ini terdapat mesin gambar kereta. Pada mesin ini sepasang penggaris dan alat putarnya ditempatkan pada sebuah kereta vertikal, dimana penggaris dapat digerakkan secara vertikal, dan seluruhnya ini dapat digerakkan secara horizontal pada kereta horizontal.

B. Menyimpan Gambar
Untuk membuat suatu unit mesin, memerlukan beratus-ratus gambar, bahkah berubu-rubu gambar yang harus dibuat. Oleh karena itu gambar harus diberi nomor (kondifikasi nomor urut). Nomor urut dibuat untuk memudahkan dalam mencari data/informasi sewaktu merakit atau mereparasi dari suatu suku cadang.
Selain gambar harus diberi nomor urut, gambar juga perlu disimpan dan diawetkan sebagai data/informasi untuk rencana-rencana baru. Penyimpanan ini dapat dilakukan dengan tiga macam :
Disimpan dengan dibendel dengan cara gambar dikumpulkan; gambar yang mempunyai ukuran besar dilipat seuai dengan teknik melipat gambar, diurutkan sesuai dengan pengelompokannya, kemudian dibendel dalam satu file.
Untuk menghemat tempat, ada juga gambar difoto diperkecil dan klisenya disimpan pada kartu berlubang untuk memudahkan mencari gambar yang diperlukan.
Dewasa ini gambar dapat dibuat dengan computer, maka penyimpanan gambar pun dapat disimpan/diawetkan dalam suatu disket, flasdisk, cd, dan hard disk.
C. Melipat Kertas Gambar
Jika kertas gambar akan dibandel, maka kertas gambar yang berukuran besar perlu dilipat (kecuali gambar asli tidak boleh dilipat). Lipatan kertas ini jangan sampai merusak gambar yang ada didalamnya. Selain tidak merusak gambar, melipatnya juga harus teratur, agar gambar dapat diketahui dengan mudah identitasnya. Oleh karena itu kepala gambar (etiket) harus ditempatkan pada lipatan paling atas, sehingga jika gambar yang telah dibendel dibuka kembali akan segera terlihat etiketnya. Etiket ini memuat data penting dari dari gambar, misalnya nama gambar, instansi yang mengesahkan, pembuat gambar, sampai nama bagian dari gambar.
Gambar yang boleh dilipat adalah gambar cetakan, sedangkan gambar asli tidak boleh dilipat tetapi boleh digulung dengan diameter minimal 40 mm.










Gambar 3.4 Melipat Gambar
D. Etiket
Setiap gambar kerja yang dibuat selalu ada etiketnya. Etiket dibuat disisi kanan bawah gambar. Pada etiket (kepala gambar) kita dapat mencantumkan :
Nama (yang menggambar)
Nama gambar
Nama instansi, deperteman, atau sekolah.
Nomor gambar
Tanggal menggambar atau selesainya menggambar
Tanggal diperiksanya gambar dan nama yang memeriksa
Ukuran kertas yang dipakai
Skala gambar
Proyeksi yang dipakai tersebut
Satuan ukuran yang digunakan
Barbagai data yang digunakan untuk keperluan gambar tersebut.






180
16
30
84
50
30
40
64







Gambar 3.5 Etiket untuk kertas gambar A4

MENERAPKAN KETENTUAN STANDARISASI MENGGAMBAR
A. Garis
Dalam gambar dipergunakan beberapa jenis garis, yang masing-masing mempunyai arti dan penggunaan sendiri. Oleh karena itu penggunaannya harus sesuai dengan maksud dan tujuannya.
1. Jenis-Jenis Garis
Jenis-jenis garis yang digunakan dalam gambar mesin, ditentukan oleh gabungan bentuk dan tebal garis. Tiap jenis dipergunakan menurut ketentuan tertentu.
Secara umum garis dapat terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :
Garis nyata garis kontinu,
Garis gores garis pendek-pendek dengan jerak antara,
Garis bertitik garis gores panjang dengan titik diantaranya.

Jenis garis menurut tebalnya ada tiga macam, yaitu : garis tebal, garis sedang dan garis tipis. Ketiga tebal garis ini mempunyai perbandingan 1 : 0,7 : 0,5. Tebal garis dipilih sesuai dengan besar kecilnya gambar, dan dipilih dari deretan tebal garis berikut ini : 0.8, 0.25, 0.35, 0.5, 0.7, 1, 1.4, dan 2.
Karena kesukaran-kesukaran pada cara reproduksi tertentu, maka tebal 0.18 sebaiknya jangan dipakai. Pada umumnya garis tebal adalah 0.5 dan 0.7.
Jarak minimum antara garis-garis (jarak antara garis tengah garis) sejajar termasuk garis arsir, tidak boleh kurang dari tiga kali tebal garis yang paling tebal. Dianjurkan agar ruang diantara garis tidak kurang dari 0.7 mm.
Pada garis sejajar yang berpotongan jaraknya dianjurkan paling sedikit empat kali tebal garis.
Bila beberapa garis berpusat pada sebuah titik, garis-garisnya tidak digambar berpotongan pada titik pusatnya, tetapi berhenti dimana jarak antara garis kurang lebih sama dengan tiga kali tebal garisnya.
Garis gores dan garis bertitik yang berpotongan, atau bertemu, harus diperlihakan dengan jelas titik pertemuannya atau titik perpotongannya, panjang garis gores dan jarak antaranya pada suatu gambar harus sama. Panjang ruang antara harus cukup pendek dan jangan terlalu panjang.
2. Penggunaan garis
Dalam gambar mesin dipergunakan beberapa jenis garis, dalam bentuk dan tebal sesuai dengan penggunaannya, seperti pada tabel 1.4. Gambar-gambar 6.1 sampai 6.3. memperlihatkan contoh-contoh penggunaan jenis garis.
3. Garis-garis yang berhimpit
Bila dua garis atau lebih yang berbeda jenisnya berhimpit, maka penggambarannya harus dilaksanakan sesuai urutan prioritas berikut (gambar 6.4.) :
a. Garis gambar (garis tebal kontinu, jenis A);
b. Garis tidak tampak (garis gores sedang, jenis D)
c. Garis potong (garis bertitik, yang dipertebal pada ujung-ujungnya dan tempat-tempat perubahan arah, jenis F)
d. Garis-garis sumbu (garis bertitik, jenis E)
e. Garis Bantu, garis ukur dan garis arsir (garis tipis kontinu, jenis B)
B. Huruf dan Angka
Dalam gambar huruf, angka dan lambang dipergunakan untuk memberi ukuran, catatan, judul dan sebagainya, disamping gambar-gambar itu sendiri.
Ciri-ciri yang perlu ada huruf dan angka teknik, ialah :
- Jelas
- Seragam
- Dapat dibuat microfilm atau lain cara reproduksi.
Oleh karena itu huruf dan angka harus “digambar” dengan cermat dan jelas agar tidak menimbulkan salah baca dari pembaca gambar yang berbeda-beda. Angka-angka baru dapat dibedakan dengan jelas agar tidak menimbulkan keraguan antara mereka, walaupun terdapat kerusakan ringan.
1. Bentuk Huruf dan Angka
Bentuk huruf dan angka harus mudah ditulis dan dibaca, dalam ISO 3098/1 – 1974 diberikan contoh-contoh sebagai penentu, satu untuk huruf miring dan satu untuk huruf tegak. Contoh-contoh ini dimaksudkan sebagai gambaran yang ditulis dengan bantuan sablon atau penulis otomatis. Contoh dari standar jepang untuk tulisan tangan.
2. Ukuran Huruf
Tinggi h dari huruf besar diambil sebagai dasar ukuran. Daerah standar tinggi huruf adalah sebagai berikut : 2.5, 3.5, 5, 7, 10, 14, dan 20 mm.
Angka perbandingan dalam daerah ukuran tinggi huruf diambil dari perbandingan ukuran kertas gambar.
Tinggi h (tinggi huruf besar) dan c (tinggi huruf kecil) tidak boleh kurang dari 2.5mm. ini berarti bila terdapat gabungan antara huruf besar dan kecil setinggi 2.5 mm, maka h akan menjadi 3.5 mm. Tebal huruf d ditentukan oleh dua perbandingan standar d/h, 1/14 dan 1/10.
Perbandingan yang dianjurkan untuk tinggi huruf-huruf kecil, jarak antara huruf-huruf ruang minimum antara garis dasar dan jarak antara perbatasan.
Tabel 1.3
Catatan : Jarak antara dua huruf a boleh dikurangi setengahnya, jika ini ember efek visual yang lebih baik, seperti huruf LA, TV dsb, d, h, I, a sama dengan tebal huruf d.
Huruf B (d = h / 10)
Tabel 1.4
Catatan : Jarak antara dua huruf a boleh dikurangi setengahnya, jika ini memberi efek visual yang lebih baik, seperti huruf LA, TV dsb, d, h, I, a sama dengan tebal huruf d.
Gambar 3.5 Bentuk Huruf-huruf JIS


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar